RHINITIS

Pernahkah anda mengalami bersin-bersin namun tidak sedang influenza? Dalam bahasa medis dikenal dengan istilah ‘Rhinitis’.


Rhinitis pada umumnya menimbulkan gejala seperti bersin, buntu, hidung gatal dan berair. Pada umumnya rhinitis disebabkan oleh alergi tetapi ada juga yang disebabkan bukan karena alergi. Penanganan pada rhinitis menggunakan pengobatan yang mengandung antihistmin dan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi.

Apakah perbedaan rhinitis dan persisten rhinitis?
Berdasarkan lama terjadinya dibedakan menjadi Rhinitis dan Persistent Rhinitis.

  1. Rhinitis merupakan radang hidung yang memiliki gejala umum seperti bersin, hidung tersumbat atau sesak, hidung meler (cairan yang encer), dan hidung gatal. Gejala yang kurang umum seperti gatal tenggorokan, penciuma berkurang, nyeri pada wajah, sakit kepala, dan mata menjadi merah, berair dan gatal. Penyebab paling umum dari rhinitis adalah dingin dan demam. Rhinitis mempengaruhi kedua lubang hidung pada waktu yang sama.
     
  2. Persisten rhinitis adalah kondisi mengalami gejala rhinitis dalam jangka panjang. Gejala dapat terjadi hanya satu jam setiap hari atau pada beberapa bagian selama satu hari. Keparahan dapat terjadi secara bervariasi. Pada beberapa orang dapat mengalami iritasi ringan pada hidung yang datang dan pergi. Gejala yang parah dapat menganggu aktifitas sehari-hari seperti saat bekerja, sekolah , dna kehidupan sosial.

 

Jika berdasarkan penyebabnya, rhinitis dibedakan menjadi

  1. Allergic Rhinitis (Rhinitis alergi)
    Alergi rhinitis disebabkan karena sistem kekebalan tubuh mengidentifikasi zat udara yang tidak berbahaya menjadi seperti berbahaya. Hal itu menyebabkan sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi untuk zat tersebut.  Sehingga ketika tubuh melakukan kontak dengan zat tersebut maka sistem kekebalan tubuh akan melepaskan histamin ke dalam darah dan akan menimbulkan tanda dan gejala. Penyebab paling umum dari rhinitis alergi adalah alergi terhadap debu, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari.
     
  2. Non-allergic Rhinitis (Rhinitis non-alergi)
    Penyebab pasti dari rhinitis non-alergi belum diketahui. Menurut penelitian non-alergi rhinitis terjadi ketika pembuluh darah pada hidung membesar dan berisi cairan dan darah. Penyebab terjadinya hal ini adalah karena pertumbuhan abnormal pada pembuluh darah atau peradangan pada hidung. Salah satu kemungkinan adalah ujung saraf pada hidung mengalami hiperresponsif. Bagaimanapun penyebabnya, rhinitis menyebabkan pembengkakan pada hidung dan saluran nafas menjadi terhambat.
    Terdapat beberapa hal yang dapat memicu rhinitis non-alergi:
    - Lingkungan atau tempat kerja. Debu, asap rokok, bau yang kuat seperti parfum dan uap kimia dapat memicu terjadinya rhinitis non-alergi.
    - Perubahan cuaca. Perubahan suhu atau kelembapan dapat memicu selaput didalam hidung membengkak sehingga menyebabkan hidung meler dan tersumbat.
    - Infeksi. Penyebab umum dari rhinitis non-alergi adalah infeksi virus seperti pilek atau flu.
    - Makanan dan minuman. Non-alergi rhinitis dapat terjadi ketika mengkonsumsi makanan yang panas atau pedas dan minuman beralkohol.
    - Mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa obat antinyeri, tekanan darah tinggi, obat antidepresan, kontrasepsi oral dapat memicu terjadinya non-alergi rhinitis.
    - Perubahan hormon. Perubahan hormonal karena kehamilan, menstruasi, penggunaan kontrasepsi oral atau kondisi hormonal lainnya seperti hipertiroidisme dapat menyebabkan rhinitis non-alergi.

Tanda dan gejala rhinitis
Berikut tanda dan gejala alergi rhinitis adalah :

Jika Anda memiliki non-alergi rhinitis mungkin akan memiliki gejala yang dapat datang dan pergi sepanjang tahun. Gejala akan terjadi secara konstan atau hanya bertahan dalam waktu singkat. Tanda dan gejala non-alergi rhinitis adalah :

Faktor resiko rhinitis
Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya alergi rhinitis :

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya rhinitis non-alergi:

Penanganan rhinitis
Penanganan pada rhinitis non-alergi dan alergi tergantung pada penyebabnya. Berkonsultasilah dengan Dokter untuk pemilihan terapi pengobatan yang tepat. Penanganan untuk alergi rhinitis adalah menghindar dari paparan zat atau hal-hal yang dapat memicu terjadinya rhinitis.
Pencegahan terjadinya rhinitis dapat dilakukan dengan mengurangi terjadinya gejala seperti :

Sumber :

  1. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nonallergic-rhinitis/manage/ptc-20179189
  2. http://patient.info/health/persistent-rhinitis
  3. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hay-fever/basics/symptoms/con-20020827
  4. http://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/allergies/rhinitis