PRE-MENSTRUAL SYNDROME (PMS)

Hampir sebagian besar wanita mengalami gejala psikis dan fisik saat menjelang menstruasi. Namun tahukah anda bahwa ternyata hal ini dapat dicegah dengan cara yang tidak sulit.


“Aduuh.. kok marah-marah terus sih..sensi aja dari tadi.... mau mens ya??”

Pre-menstrual syndrome atau PMS, sesuai namanya adalah gejala fisik dan psikis yang muncul pada wanita secara teratur hampir setiap bulan. Gejala ini umumnya akan muncul seminggu sebelum terjadinya menstuasi dan akan menghilang beberapa hari setelah terjadi menstruasi. Jadi PMS hanya muncul pada wanita setelah masa puber dan selama usia produktif, kecuali ketika sedang terjadi kehamilan.

Penyebab PMS
Penyebab yang jelas terjadinya PM belum diketahui secara pasti. PMS terjadi bukan karena ketidakseimbangan hormon seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit. Namun karena pelepasan telur dari ovarium setiap bulan. Beberapa peneliti menyebutkan kemungkinan-kemungkinan yang memicu terjadinya PMS seperti:

  1. Meningkatnya kadar estrogen dan progesteron menjelang menstruasi
  2. Kekurangan zat kimia serotonin yang diperlukan untuk kestabilan mood
  3. Kekurangan vitamin B6
  4. Gangguan metabolisme prostaglandin
  5. Berlebihnya kadar cairan yang ditahan oleh tubuh.

Tanda dan Gejala PMS
Tanda dan gejala PMS pada setiap wanita berbeda. Berikut beberapa tanda dan gejala PMS:

  1. Berdasarkan kondisi psikologis
    Tanda dan gejala yang biasanya timbul adalah
    - Ketegangan
    - Emosi tidak stabil
    - Kelelahan
    - Perasaan terus-terusan ingin marah
    - Mood jelek
    - Kecemasan
    - Perubahan pola tidur
    - Peningkatan gairah seksual
    - Nafsu makan meningkat
    - Sulit konsentrasi pada pekerjaan ataupun pelajaran.
     
  2. Berdasarkan kondisi fisik
    Tanda dan gejala yang biasanya timbul adalah
    - Pembengkakan dan atau nyeri payudara
    - Perut mengalami kembung
    - Pembengkakan kaki atau tangan
    - Berat badan meningkat
    - Sakit kepala
    - Nyeri pada sendi dan otot
    - Mudah lelah
    - Munculnya jerawat
    - Konstipasi/ susah BAB
    - Diare.

Pada penderita epilepsi, asma, migrain maka akan memperburuk kondisi jika berada pada kondisi PMS. Gejala PMS biasanya dimulai ketika beberapa saat setelah ovulasi (fase ketika telur dilepaskan dari ovarium), yang terjadi sekitar dua minggu sebelum periode menstruasi. Tanda dan gejala PMS terjadi selama lima hari sebelum menstruasi. Pada beberapa wanita  mengalami gejala selama dua minggu atau lebih. Gejala akan terasa lebih parah seiring dengan bertambah dekatnya dengan periode menstruasi. Gejala akan pergi setelah tiga sampai empat hari periode berjalan.

Penanganan PMS
Pada umumnya perubahan gaya hidup dapat membantu wanita untuk meringankan gejala PMS. Berkonsultasilah dengan Apoteker untuk meringankan gejala PMS ringan dan berkonsultasilah dengan Dokter untuk meringankan gejala PMS berat. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala adalah :

  1. Berkonsultasi dengan Dokter terkait perlu atau tidak mengkonsumsi obat golongan antidepresan, antinyeri, diuretik, obat hormonal.
  2. Mengatur pola makan dengan :
    - Makan dengan porsi sedikit tetapi sering untuk mencegah kembung dan kekenyangan.
    - Mengurangi konsumsi garam dan makanan yang asin.
    - Meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran.
    - Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung kalsium.
    - Berhenti mengkonsumsi kafein dan alkohol.
  3. Meningkatkan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Anda dapat melakukan aktifitas fisik dengan cara berjalan, bersepeda, berenang atau senam aerobik.
  4. Mengurangi stress dengan cara :
    - Tidur cukup yaitu 8 jam sehari pada waktu malam.
    - Melakukan yoga atau pijat atau dengan melatih pernafasan. Hal ini dapat membantu untuk merelaksasi otot, mengurangi sakit kepala, kecemasan atau kesulitan tidur.

 

Pencegahan PMS

  1. Konsumsi suplemen dan makanan yang mengandung kalsium.
    Cek apakah anda mengkonsumsi kalsium dalam jumlah cukup setiap hari (tidak kurang dari 500 mg per hari). Jika tidak, maka anda perlu mulai rutin minum susu atau yoghurt atau mengkonsumsi suplemen kalsium. Kalsium akan mengurangi resiko kram perut dan nyeri pada payudara serta memperbaiki konsentrasi dan mood. Hal ini karena kalsium dapat membantu tubuh melepaskan suatu hormon yang membuat anda merasa gembira.
  2. Cukupi kebutuhan tubuh akan vitamin B6.
  3. Kurangi konsumsi garam menjelang mens, karena garam akan menahan cairan tubuh – menyebabkan payudara terasa nyeri.
  4. Kurangi konsumsi kafein menjelang mens karena kafein akan membuat anda lebih mudah tersinggung dan marah sert menambah nyeri perut.
  5. Berolahraga secara teratur, khususnya menjelang mens. Yang sangat dianjurkan adalah berenang.

 

Sumber :

  1. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premenstrual-syndrome/basics/lifestyle-home-remedies/con-20020003
  2. http://patient.info/health/premenstrual-syndrome-leaflet