ALERGI OBAT

Siapa yang tidak mengenai antibiotik. Namun sayangnya masih banyak orang yang tidak memahami bahaya yang ditimbulkan oleh antibiotik jika digunakan tanpa resep dokter.


A: “ Badan saya pegal semua nih. Vitamin udah gak mempan”
B: “ Waah, minum antibiotik doong.. Biar segar setiap hari.. Kayak saya niihh”
C: “ Eeeh jangan sembarangan minum antibiotik lhoo.. bisa bahaya”

Alergi adalah respon sistem kekebalan tubuh untuk sesuatu hal yang disebut alergen. Alergi obat merupakan suatu respond dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang terkandung di dalam obat. Beberapa obat yang dapat menyebabkan reaksi alergi seperti obat golongan antibiotik dan pereda nyeri. Reaksi alergi dapat terjadi dalam hitungan menit setelah mengkonsumsi obat namun pada beberapa orang dapat terjadi setelah beberapa hari. Reaksi alergi yang terjadi dapat terjadi pada skala ringan sampai berat. Beberapa reaksi yang sangat parah dapat mengancam jiwa. Pada reaksi ringan yang terjadi dapat disembuhkan hanya dengan menghentikan konsumsi obat.

Sulit untuk mendapatkan angka yang akurat terkait angka terjadinya alergi obat. Karena dalam banyak kasus seseorang yang mengalami alergi obat hanya berhenti mengkonsumsi obat tanpa melaporkan kepada dokter. Tanda-tanda dan gejala alergi obat yang paling umum adalah gatal-gatal, ruam atau demam. Tanda terjadinya alergi yang berat adalah terjadinya anafilaksis dimana hal itu adalah suatu kondisi yang mengancam jiwa yang mempengaruhi beberapa sistem tubuh.

 

Tanda dan Gejala Alergi Obat
Berikut tanda dan gejala alergi obat :

Berikut tanda dan gejala terjadinya anafilaksis karena alergi obat :

Reaksi alergi obat dapat terjadi dalam beberapa hari atau minggu setelah mengkonsumsi obat. Berikut adalah kondisi yang mungkin muncul ketika terjadi alergi obat :

Faktor resiko
Setiap orang memiliki resiko mengalami alergi obat, berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya alergi obat :

Bagaimana cara mengatasi alergi obat?
Pada kebanyakan kasus mengatasi alergi obat cukup dengan menghentikan konsumsi obat. Namun pada beberapa kasus yang lain membutuhkan pengobatan seperti golongan steroid atau antihistamin. Catatlah untuk mengingat obat yang dapat menyebabkan alergi sehingga tidak sampai terjadi kejadian yang berulang.

 

Sumber :

  1. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/drug-allergy/basics/risk-factors/con-20033346
  2. http://patient.info/health/drug-allergy-leaflet