SARIAWAN

Tahukah anda, ternyata sariawan bukan hanya sekedar luka pada rongga mulut. Sariawan dapat muncul karena ada infeksi jamur.


Sariawan merupakan salah satu jenis stomatitis (radang di rongga mulut). Stomatitis sendiri dapat diakibatkan oleh infeksi oleh bakteri, jamur, atau virus ataupun kekurangan vitamin. Stomatitis juga dapat disebabkan oleh:lidah/ bibir tergigit, gigi palsu yang tidak terpasang dengan baik atau perawatan rongga mulut yang tidak benar. Dalam artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai sariawan yang disebabkan oleh jamur yang merupakan kasus stomatitis terbanyak.

Sariawan atau oral thrush adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans yang menyerang kulit tau membran mukosa (selaput lendir) di mulut. Dalam keadaan sehat , tubuh memiliki sejumlah kecil jamur Candida albicans di mulut, saluran cerna dan kulit. Umumnya jamur tersebut tidak menimbulkan problem karena pertumbuhannya dikontrol oleh bakteri normal di tubuh. Namun jika keseimbangan ini akan terganggu oleh penyakit, obat atau stress maka Candida albicans dapat tumbuh di luar kontrol tubuh, menyebabkan infeksi: sariawan, diapers rash pada baby, atau keputihan pada wanita. Sariawan dapat menyerang siapa saja mulai dari bayi hingga orang dewasa, terutama jika daya tahan tubuh melemah atau sedang mengalami pengobatan tertentu.

Beberapa pengobatan yang dapat meningkatkan resiko terkena sariawan jamur yaitu

  1. Obat golongan kortikosteroid
  2. Antibiotik
  3. Pil KB

Penggunaan obat-obatan diatas akan meningkatkan resiko sariawan jamur apabila digunakan dalam jangka waktu yang lama serta tidak sesuai dengan aturan pakai yang benar.

Selain itu terdapat kondisi kesehatan tertentu yang juga dapat meningkatkan resiko terkena sariawan jamur yaitu

  1. Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan baik.
    Pada penderita diabetes, air ludahnya dapat mengandung gula dalam jumlah yang besar dan hal ini akan merangsang pertumbuhan jamur Candida albicans dalam rongga mulut.
  2. HIV
  3. Kanker
  4. Mulut kering.
    Jika mulut kering akan menggangu keseimbangan bakteri dan jamur baik yang ada di dalam rongga mulut. Dan ini akan meningkatkan resiko sariawan.
  5. Perubahan hormon pada kehamilan.
  6. Pemasangan gigi palsu yang tidak tepat.
  7. Kekurangan zat besi atau zinc.

 

Tanda dan gejala sariawan jamur

Pada umumnya sariawan muncul secara tiba-tiba namun dapat menjadi kronis dan membandel dalam waktu yang lama. Pada kebanyakan kasus, sariawan ditandai dengan luka berwarna putih sedikit krem yang muncul di lidah atau pipi bagian dalam. Jika tidak segera diatas, infeksi ini dapat menyebar ke langit-langit mulut, gusi, kelenjar amandel atau bagian belakang tenggorokan. Luka sariawan ini sering kali nyeri dan sedikit berdarah jika kita menggosok gigi atau terkena makanan.

Pada bayi sariawan ditandai dengan luka di pipi bagian dalam atau di lidah berwarna putih. Bayi yang terkena sariawan akan mengalami gangguan makan ataupun minum dan rewel serta dapat menularkan infeksinya kepada ibunya selama menyusui.

Tanda dan gejala ibu menyusui tertular sariawan jamur dari bayinya adalah

  1. Puting berwarna merah dan peka terhadap sentuhan
  2. Kulit di daerah puting tampak kencang dan mengkilat
  3. Nyeri yang tidak lazim selama menyusui atau puting susu terasa neri di antara waktu menyusui
  4. Nyeri seperti tertusuk di dalam payudara.

 

Penanganan sariawan

  1. Larutan kumur
    Jika memiliki beberapa sariawan maka berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan larutan kumur yang bisa mengurangi rasa sakit dan peradangan.
  2. Produk topikal
    Salep, krim, pasta atau cairan dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan jika dioleskan pada luka. Konsultasikan penggunaan terapi pengobatan dengan Apoteker dan Dokter.
  3. Obat oral
    Obat oral dapat diberikan ketika sariawan dalam tingkat yang sangat parah dimana tidak mereda atau sembuh dengan pemberian produk topikal dan larutan kumur. Kunjungi dokter untuk mendapatkan obat yang tepat sesuai kondisi.
  4. Supplemen
    Mengkonsumsi suplemen seperti asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12.
  5. Berhati-hati ketika menggosok gigi dan menggunakan sikat gigi yang halus.
  6. Mengontrol kondisi emosi.
  7. Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti memperbanyak buah-buahan dan sayur.

 

Mitos vs Fakta

  1. Mitos       : Sariawan disebabkan oleh kekurangan vitamin C.
    Fakta       : penyebab dari sariawan belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya sariawan seperti sistem kekebalan tubuh, kondisi emosional, trauma pada rongga mulut (misal : tergigit), kurang nutrisi, kondisi kesehatan.

 

Sumber :

  1. http://patient.info/health/aphthous-mouth-ulcers
  2. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/basics/definition/con-20021262
  3. http://www.webmd.com/oral-health/guide/dental-health-thrush?