KETOMBE

Siapa yang tidak mengenal ketombe? Boleh dikatakan hampir semua orang pernah mengalaminya. Tapi apa penyebabnya? Benarkah ketombe muncul karena faktor kebersihan yang kurang terjaga?


Ketombe adalah kondisi kulit kepala kronis yang pada umumnya ditandai dengan pengelupasan kulit pada kulit kepala. Ketombe tidak menular atau memberikan dampak serius. Namun hal tersebut dapat menurunkan rasa percaya diri dan terkadang sulit untuk diobati. Pada ketombe ringan dapat diatasi dengan keramas dengan pembersih rambut yang lembut.

Pada kebanyakan remaja dan dewasa gejala ketombe mudah dikenali seperti terdapat serpihan putih, serpihan kulit yang tampak berminyak pada rambut dan bahu, gatal dan terdapat sisik pada kulit kepala. Ketombe dapat menyerang bayi yang disebut cradle cap, dimana gangguan ini menyebabkan kulit kepala kering dan bersisik. Hal ini paling sering muncul pada bayi yang baru lahir namun dapat terjadi kapan saja selama masih dibawah umur satu tahun. Cradle cap tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

Ada banyak hal yang menjadi penyebab kotembe, yaitu

  1. Iritasi dan kulit berminyak (seborrheic dermatitis)
    Kondisi ini adalah penyebab paling sering terjadinya ketombe. Biasa ditandai dengan kulit yang memerah, kulit yang berminyak ditutupi dengan sisik putih atau kuning bersisik. Seborrheic dermatitis dapat mempengaruhi kulit kepala dan daerah lainnya yang kaya kelenjar minyak seperti alis, sisi hidung dan punggung telinga, dada, daerah pangkal paha, dan kadang-kadang ketiak.
  2. Jarang mencuci rambut
    Tidak teratur mencuci rambut, minyak dan sel-sel kulit dari kulit kepala dapat menyebabkan ketombe.
  3. Jamur
    Jamur pada kulit kepala tidak berbahaya namun pada kondisi tertentu dapat menyebabkan sel-sel kulit lebih berkembang.
  4. Kulit kering
    Serpihan yang berasal dari kulit kering umumnya lebih kecil dan tidak berminyak daripada penyebab lain dari ketombe.
  5. Sensitif terhadap produk perawatan rambut
    Sensitivitas terhadap bahan tertentu dalam produk perawatan rambut atau pewarna rambut dapat menyebabkan kulit kepala merah, gatal, dan bersisik.

 

Faktor Resiko

  1. Usia
    Ketombe biasanya terjadi pada usia sekitar 20 tahun ke atas, namun bagi sebagian orang masalah ketombe dapat terjadi seumur hidup.
  2. Jenis kelamin
    Pria memiliki resiko lebih tinggi terkena ketombe dari pada wanit karena faktor hormon.
  3. Tingkat produksi minyak
    Bagi orang yang memiliki kulit dengan minyak berlebihan maka akan lebih mudah untuk terkena ketombe.
  4. Penyakit tertentu
    Pada beberapa orang yang memiliki penyakit tertentu sehingga lebih mudah terkena ketombe.

 

Penanganan ketombe
Ketombe dapat dikontrol perawatannya namun secara pengobatan masih dalam tahap trial and error. Secara umum mencuci rambut setiap hari dengan shampoo yang lembut dapat membantu membersihkan kulit kepala dan mengangkat penumpukan sel kulit. Jika dengan shampoo biasa ketombe masih susah dihilangkan maka bisa dicoba shampoo yang khusus hanya untuk rambut berketombe.

Khusus untuk ketombe yang disebabkan oleh jamur dapat menggunakan shampoo yang mengandung anti jamur. Jika dengan shampoo anti jamur masih belum memberikan efek yang diharapkan maka segera periksakan ke dokter agar mendapatkan pengobatan tambahan yang tepat.

 

Mitos dan Fakta

  1. Mitos            : Ketombe disebabkan karena kurang menjaga kebersihan.
    Faktanya      : Kondisi kulit kepala dan rambut yang tidak bersih dapat meningkatkan resiko mengalami ketombe.
  2. Mitos            : Ketombe menjadi lebih parah ketika musim panas.
    Faktanya      : Ketika musim panas maka produksi minyak dan keringat meningkat. Hal tersebut dapat meningkatkan produksi ketombe. Mencuci rambut dan kulit kepala dapat membantu mengurangi kelebihan minyak.

Sumber :

  1. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dandruff/home/ovc-20215279
  2. http://news.health.com/2015/07/10/3-myths-and-facts-about-dandruff/
  3. http://patient.info/health/seborrhoeic-dermatitis-leaflet