MIMISAN

Mungkin hampir setiap orang pernah mengalami mimisan. Namun tahukah anda, bahwa saat mimisan kita ternyata tidak dianjurkan untuk menengadahkan kepala. Lalu bagaimana seharusnya?


Mimisan atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan istilah epitaksis adalah keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung. Mimisan pada umumnya sering terjadi pada anak-anak karena kondisi tubuh yang masih rapuh.
Apa penyebab mimisan? Berikut kondisi yang dapat menyebabkan mimisan :

  1. Penyebab lokal
    a. Trauma.
        Kecelakaan lalulintas, olah raga (karena pukulan pada hidung) yg disertai patah tulang hidung,mengorek hidung terlalu keras sehingga luka pada bagian dalam hidung.
    b. Tumor di hidung.
    c. Masuknya benda asing ke dalam hidung.
        Hal ini biasa terjadi pada anak-anak.
    d. Infeksi/ peradangan pada hidung.
        Kasus ini sering terjadi pada penderita sinusitis dan rhinitis.
     
  2. Penyebab sistemik.
    a. Hipertensi
        Besarnya tekanan yang terjadi pada pembuluh darah terkadang menyebabkan pembulu darah tersebut pecah. Dalam hal mimisan, pembuluh darah yang pecah berada di dalam rongga hidung.
    b. Infeksi sistemik.
        Terjadi pada penderita demam berdarah, demam chikungunya.
    c. Kelainan darah.
        Terjadi pada penderita hemophilia, autoimun, leukemia.

Dalam kondisi tersebut, pendarahan cenderung cepat berhenti, namun pendarahan dapat berlangsung lebih lama dan lebih sulit untuk berhenti jika memiliki gagal jantung, gangguan pembekuan darah, atau sedang mengkonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin dan aspirin.

Pertolongan Pertama / First Aid untuk Mimisan
90% kasus mimisan berhenti sendiri & 10% perlu tindakan khusus.

  1. Posisi duduk (kepala miring ke depan), jangan tidur telentang → mencegah masuk kerongkongan & lambung
  2. Menutup lubang hidung dengan cara menekan ujung bawah hidung dengan menggunakan jari. Hal ini berguna untuk menekan tekanan atas akar hidung atau tulang hidung. Biasanya jika menerapkan tekanan ringan selama 10-20 menit pendarahan akan berhenti.
  3. Kompres dengan menggunakan kain dingin disekitar hidung dan bagian wajah untuk membantu menutup dan menghentikan pendarahan.
  4. Jika masih tetap berdarah, hubungi dokter
  5. Setelah pertolongan pertama, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter
  6. Setelah mimisan berhenti jangan meniup bagian hidung yang mimisan untuk membersihkan darah pada lubang hidung. Hal tersebut dapat menyebabkan mimisan.

Segeralah mencari bantuan medis ketika mimisan bertambah parah atau tidak berhenti hingga 20-30menit. Pada umumnya mimisan berasal dari pecahnya pembuluh darah pada bagian mulai pintu masuk lubang hidung hingga bagian tengah hidung (septum nasal).

Sumber :

  1. http://patient.info/health/nosebleed-epistaxis-leaflet
  2. http://www.webmd.com/first-aid/nosebleeds-causes-and-treatments