ASMA

Asma adalah penyakit kronis dimana saluran pernafasan mengalami penyempitan. Dikatakan kronis karena penyakit yang berlangsung lama bahkan dapat seumur hidup penderitanya.


Asma adalah penyakit kronis dimana saluran pernafasan mengalami penyempitan akibat:

  1. Kejang pada otot-otot yang mengelilingi saluran pernafasan terkecil (bronkhiol) sehingga melilit. Kondisi ini dikenal dengan “bronchokonstriksi”.
  2. Inflamasi: bengkak, menghasilkan lendir (mucus) yang lengket dalam jumlah berlebihan.

Dikatakan kronis karena penyakit yang berlangsung lama bahkan dapat seumur hidup penderitanya. Yang dirasakan oleh penderitanya adalah kesulitan untuk menarik atau menghembuskan udara masuk dan keluar dari paru-paru. Gejala yang khas dari asma adalah mengi, batuk, sesak/nyeri dada dan sesak napas. Gejala ini dapat berlangsung ringan hingga parah.

Asma dapat muncul pada berbagai usia. Sebagian penderita mendapatkan gejala pertamanya pada masa kanak-kanak, yang kemudian menghilang ketika tumbuh dewasa. Hal ini biasa terjadi karena yang bersangkutan pindah tempat tinggal, sudah lebih kuat menghadapi pemicu asma atau pemicu menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Penderita yang lain mulai menderita asma justru setelah dewasa, tanpa pernah mendapatkan gejala selagi anak-anak.

 

Jenis dan tipe asma

Apakah anda mengetahui bahwa ternyata asma memiliki beberapa jenis? Mengetahui jenis asma akan membuat kita mengerti seberapa efektif pengobatan yang sedang jalani saat serangan asma datang kembali.
Berdasarkan pemicu atau kejadiannya, asma dibedakan menjadi

  1. Asma alergi (Allergic Asthma)
    Apakah reaksi alergi membuat anda mengalami batuk,bersin hingga mengi? Jika anda mengalami asma alergi, saluran pernafasan anda akan ekstra sensitif terhadap alergen tertentu. Saat tubuh anda bersentuhan dengan alergen tersebut maka sistem imun tubuh akan bereaksi dengan cepat.
    Yang termasuk alergen adalah
    a. Serbuk sari bunga, rumput
    b. Kecoa
    c. Bulu,  binatang
    d. Debu rumah
    e. Jamur. Biasanya jamur yang terdapat pada wastafel, kamar mandi, dan tempat lembab lainnya.
    f. Kutu rumah

    Selain itu juga ada beberapa hal yang bersifat iritan yang juga dapat menjadi pemicunya seperti
    a. Asap
    b. Polusi
    c. Udara dingin
    d. pewangi
    e. Parfum
    f. Cat yang belum kering.
     
  2. Asma non-alergi (Non-Allergic Asthma)
    Asma jenis ini muncul tidak berkaitan dengan reaksi alergi.
     
  3. Nocturnal Asthma
    Asma jenis ini hanya muncul saat malam hari, terutama ketika penderita sedang tidur. Pemicu asma jenis ini adalah
    a. Kondisi fungsi pernafasan yang memang menurun di malam hari hingga dini hari.
    b. Pada malam hari, sewaktu tidur, saluran pernafasan lebih lama terpapar kutu, bulu dan debu yang terdapat pada  bantal, sprei atau selimut.
    c. Pemaparan terhadap allergen pada siang hari dapat menyebabkan reaksi lambat penyempitan saluran pernafasan yang terjadi 3-8 jam kemudian, yaitu pada malam hari sewaktu tidur.
    d. Suhu tubuh turun pada saat tidur: hal ini dapat memicu penyempitan saluran nafas.
     
  4. Exercise-induced Asthma
    Asma jenis ini muncul karena dipicu oleh aktifitas tubuh seperti olahraga terutama olahraga seperti jogging, lari dan jalan cepat. 5 – 20Sayangnya mjustru Jika anda mengalami asma jenis ini, segeralah periksakan kondisi kesehatan anda ke dokter. dokter akan memberikan obat yang dapat digunakan sebelum anda melakukan olahraga.
     
  5. Occupational Asthma
    Asma jenis ini adalah asma yang berhubungan dengan tempat/ jenis pekerjaan seperti
    a. Peternak, adanya bulu hewan
    b. Peneliti hewan, adanya serbuk sari
    c. Peternak lebah
    d. Penjahit, adanya serat halus dari potongan kain.
     
  6. Asma pada kehamilan
    Dari seluruh populasi wanita hamil, 4%-nya mengalami asma. Bahkan tidak jarang ada yang pertama kali menderita asma justru saat kehamilan. Kondisi ini sering diartikan sebagai “bawaan bayi”. Padahal hal tersebut tidaklah benar. Asma saat kehamilan perlu ditangani dengan benar, karena dapat beresiko buruk baik pada ibu dan janinnya. Sayangnya asma saat kehamilan tidak 100% bisa hilang setelah melahirkan. Sepertiga
    Jika kondisi ini tidak ditangani dengan benar, maka dapat beresiko:
    a. Asma ringan
        - Mual di awal kehamilan semakin parah
        - Bayi lahir premature
        - Bayi lahir dengan berat rendah
        - Bayi meninggal ketika dilahirkan.
    b. Asma sedang
        Resiko harus melahirkan melalui operasio Caesar.
    c. Asma parah
        - Hipertensi
        - Pre-eclampsia
        - Kondisi dimana tekanan darah tinggi ≥ 140/90 mmHg pada wanita hamil di usia kehamilan 20 minggu hingga seminggu setelah melahirkan, ditandai bengkak di pergelangan kaki dan ditemukan protein di urine.
        - Placenta previa. Kondisi dimana sel telur yang sudah dibuahi tertanam di rahim bagian bawah, sehingga placenta menutupi mulut rahim.Placenta ini dapat putus ketika bayi dilahirkan dan dapat menyebabkan       kerusakan otak pada bayi. Placenta previa merupakan penyebab utama terjadinya pendarahan tanpa rasa sakit pada 3 bulan pertama kehamilan.
    d. Pendarahan rahim.
     

Tanda dan Gejala Asthma

  1. Asma Ringan
    Gejala pada asthma ringan dapat berupa terdengar suara “ngik” ketika bernafas dan pilek atau infeksi dada yang disertai oleh batuk. Untuk sebagian besar orang dewasa tidak mengalami gejala namun pada anak-anak dapat mengalami batuk ketika malam hari.
  2. Asma Moderate
    Gejala pada asthma moderate dapat berupa terdengar suara “ngik” ketika bernafas  dan batuk dalam waktu yang lama, nafas yang pendek, suara menjadi serak. Gejala sering menjadi lebih buruk pada malam hari. Pada malam hari dapat membuat terbangun dari tidur karena batuk atau dengan dada yang terasa ketat. Pada anak kecil tidak memiliki gejala yang khas.
  3. Serangan Asma
    Gejala pada serangan asthma dapat berupa suara yang menjadi serak, mengalami kesulitan bernafas, kesulitan berbicara dan gejala pada asthma moderate dapat memburuk.

 

Faktor resiko asma
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang berkembangnya asma, yaitu:

  1. Tinggal di perkotaan, sehingga meningkatkan pemaparan terhadap polusi
  2. Perokok pasif
  3. Pemaparan terhadap zat kimia yang digunakan dalam pertanian, perawatan rambut, industry cat, plastic dan elektronik
  4. Mempunyai orang tua penderita asma
  5. Sering terinfeksi saluran pernafasan pada masa kanak-kanak, terutama pada usia awal 2 tahun.
  6. Lahir dengan berat badan lemah.

 

Faktor yang Memperparah
Gejala asma dapat semakin parah dari waktu ke waktu. Sering kali tidak ada sebab yang jelas mengapa asma menjadi semakin parah. Namun beberapa penelitian menemukan beberapa hal yang dapat memperparah kondisi asma seperti

  1. Infeksi
  2. Serbuk sari saat musim kemarau datang
  3. Efek samping obat
  4. Merokok
  5. Bahan-bahan kimia
  6. Tingkat stress
  7. Makanan

 

Penanganan asma
Asma tidak bisa benar-benar disembuhkan, tetapi dapat ditangani dengan baik menggunakan obat-obatan yang tepat. Tujuan pengobatan asma adalah

  1. Membuat saluran nafas selebar dan senormal mungkin
  2. Menjalani hari-hari bebas gejala asma sebanyak mungkin.
  3. Dapat beraktifitas normal: bekerja, olahraga, sekolah
  4. Malam hari bisa tidur nyenyak tanpa terganggu gejala asma.

Bagi wanita hamil penderita asma, pengobatan memberikan manfaat tambahan:

  1. Melahirkan bayi pada usia kehamilan normal (tidak premature)
  2. Melahirkan bayi dengan berat dan panjang normal.
  3. Mengurangi resiko bayi lahir mati.

 

Sebagian besar penderita asma mengatasi serangan asma dengan menggunakan obat inhaler. Obat dengan bentuk inhaler memiliki dosis yang kecil yang bekerja langsung pada saluran pernapasan. Penanganan asma tidak hanya sebatas mengatasi serangan tetapi juga mencegah serangan datang kembali. Tentu pengobatannyapun akan berbeda.
Selain itu berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi penderita asma:

Ingatlah bahwa penanganan dan pengobatan asma tidak selalu sama untuk semua orang. Periksakan kondisi kesehatan anda ke dokter, terutama dokter spesialis paru untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

 

Sumber :

  1. American Academy of Allergy Asthma and Imunology, 2016 http://www.aaaai.org/conditions-and-treatments.
  2. National Heart, Lung, and Blood Institute, 2016. http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/
  3. http://patient.info/health/asthma-leaflet
  4. http://www.webmd.com/asthma/default.htm