SAKIT KEPALA

Sakit kepala merupakan hal yang umum terjadi. Sakit kepala adalah rasa sakit atau rasa tidak nyaman di kepala atau leher. Penyebab serius dari sakit kepala sangatlah jarang. Kebanyakan orang yang menderita sakit kepala dapat merasa lebih baik dengan perubahan gaya hidup, relaksasi diri atau mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit.


Hampir semua orang pernah mengalami sakit kepala di beberapa waktu. Umumnya sakit kepala bukanlah hasil dari penyakit tetapi akibat dari kondisi yang serius. Bagaimanapun, sangat dimaklumi jika orang memiliki kekhawatiran terutama jika sakit kepala dirasa semakin parah. Kekhawatiran yang paling utama bahwa sakit kepala tersebut merupakan gejala dari tumor atau kanker otak. Sakit kepala merupakan sebuah gejala yang dapat membantu dokter untuk menentukan penyebab dan pengobatan yang tepat.

Penyebab sakit kepala juga tergantung dari jenis sakit kepala. Orang yang mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit secara teratur lebih dari 3 hari seminggu dapat menyebabkan sakit kepala berulang yang parah.
Secara umum, beberapa hal yang dapat memicu timbulnya sakit atau nyeri pada kepala adalah:

  1. Stress.
  2. Masalah tidur.
  3. Alkohol.
  4. Kafein yang berlebih.
  5. Merokok.
  6. Pilek atau flu atau alergi.
  7. Aktivitas fisik yang berlebih.
  8. Ketinggian.
  9. Perubahan suhu yang ekstrim.
  10. Cahaya yang terlalu terang.
  11. Hormon pada wanita.
  12. Efek dari obat – obatan tertentu.
  13. Makanan tinggi natrium.
  14. Makanan dan minuman olahan dan mengandung pengawet.

 

Mari kita bahas satu per satu

A.Sakit Kepala Primer

  1. Tension headache
    Tension headache atau biasa disebut dengan sakit kepala ketegangan otot. Banyak orang menggambarkan seperti adanya tekanan seperti ditusuk benda tumpul dan terasa pegal pada kedua sisi kepala atau seperti ada ikatan kuat pada kepala. Beberapa orang mengatakan seperti ada rasa yang kencang pada rahang. Ketegangan otot biasanya terjadi perlahan dan bertahap. Seringnya dimulai saat tengah hari. Jika terjadi dua kali atau lebih dalam seminggu dan terjadi hingga beberapa bulan, kondisi ini dianggap kronis.

    Apa yang dialami oleh orang yang mengalami Tension Headache?
    a. Terasa seperti ditusuk atau ditekan benda tumpul
    b. Terasa seperti ada tali yang mengikat kencang di kepala
    c. Sakit kepala di semua bagian kepala (tidak hanya satu sisi atau satu titik)
    d. Terasa lebih parah di bagian lapisan kulit kepala, pelipis, belakang leher dan bahu
    Rasa sakit dapat terjadi terus menerus atau harian. Nyeri dapat berlangsung selama 30 menit sampai 7 hari. Orang yang sedang mengalami tension headache cenderung menghilangkan rasa sakit dengan memijat kulit kepala, pelipis atau bagian bawah leher. Tujuan dari pengobatannya adalah untuk menghilangkan rasa sakit dengan segera dan mencegah sakit kepala dengan menghindari pemicunya. Tension headache seringnya dapat diatasi dengan obat dan tidak menyebabkan masalah yang serius. Namun tension headache yang kronis dapat mengganggu kualitas hidup.
     
  2. Migrain/ sakit kepala sebelah
    Migrain adalah salah satu jenis umum dari sakit kepala dengan gejala seperti mual, muntah atau sensitif terhadap cahaya. Pada banyak orang, rasa sakit berdenyut dirasakan hanya pada satu sisi kepala sehingga migrain juga biasa disebut sebagai sakit kepala sebelah. Migrain bisa terjadi selama 2 jam atau bahkan sampai 2 – 3 hari. Beberapa orang yang akan terserang migrain mendapatkan pertanda seperti melihat garis – garis atau bayangan. Pertanda ini disebut aura. Tetapi banyak orang yang terserang migrain tidak mendapat aura terlebih dahulu.
    Migrain disebabkan oleh perubahan zat kimia dalam tubuh yang disebut serotonin. Ketika kadar serotonin sedang tinggi maka pembuluh darah akan menyempit, sedangkan ketika kadar serotonin sedang rendah maka pembuluh darah akan melebar (membengkak). Pembengkakan pembuluh darah ini yang menyebabkan rasa sakit kepala atau masalah lain.
    Selain penyebab diatas, ada banyak hal yang dapat menjadi pemicu munculnya migrain, antara lain:
    a. Makanan olahan atau makanan instan atau makanan kemasan
    b. Minuman beralkohol
    c. Makanan yang mengandung MSG
    d. Makanan yang mengandung tyramine (anggur merah, keju tua, ikan asap, hati ayam, buah tin / buah ara dan kacang – kacangan tertentu)
    e. Buah dan sayuran seperti alpukat, pisang, jeruk, pepaya, markisa, kacang polong, kacang kapri, plum, kismis, acar, asinan dan bawang dalam jumlah banyak
    f. Makanan yang tinggi natrium atau makanan yang diawetkan seperti bacon, daging asap atau sosis
    g. Makanan yang mengandung ragi seperti roti, tempe, oncom ataupun donat.
    h. Makanan dan minuman yang mengandung aspartam atau pemanis buatan.
    i. Coklat beserta olahannya dan susu beserta olahannya.

    Apa yang dirasakan jika kita menderita migrain? Migrain biasanya terjadi dengan gejala :
    a. Terasa nyeri atau berdenyut tajam pada satu sisi atau kedua sisi kepala (tetapi lebih sering terasa pada satu sisi kepala).
    b. Nyeri akan semakin memburuk dengan adanya aktivitas fisik.
    c. Kulit kepala terasa sakit dan tertekan.
    d. Sering buang air kecil.
    e. Badan terasa panas dingin dan menjadi bingung.
    f. Mual muntah dan berkeringat dingin.
    g. Kesemutan pada lengan atau tungkai.
    h. Sensitif terhadap cahaya atau suara.

    Tips untuk meredakan atau mengurangi rasa sakit saat migrain :
    a. Berbaringlah di ruangan yang gelap dan tenang.
    b. Taruh kompres dingin pada dahi.
    c. Pijat kulit kepala dan pelipis dengan tekanan lebih banyak.


B. Sakit Kepala Sekunder
Sakit kepala sekunder adalah sakit kepala dengan kondisi medis yang lebih luas yang menyerang kepala dan leher. Banyak kondisi dapat memperparah keadaan tersebut. Kemungkinan penyebab sakit kepala sekunder meliputi :

  1. Sinusitis akut
  2. Pembekuan darah di dalam otak
  3. Serangan stroke
  4. Tumor otak
  5. Keracunan karbon monoksida
  6. Dehidrasi
  7. Tekanan darah tinggi
  8. Meningitis
  9. Pukulan
  10. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan

 

Lalu bagaimana pengobatannya?
Beberapa orang mengurangi sakit kepala dengan mengkonsumsi obat-obat bebas seperti paracetamol, ibuprofen, dan aspirin. Terapi fisik seperti memijat bagian kepala dan mengendalikan stress dapat membantu mengontrol sakit kepala karena tegang. Namun penting untuk diingat ketika mengkonsumsi obat bebas sebaiknya berkonsultasi dengan Apoteker sehingga obat untuk sakit kepala yang dikonsumsi tidak bereaksi dengan obat resep dokter dan Apoteker juga dapat menginformasikan pencegahan efek samping yang mungkin dapat terjadi. Khusus untuk sakit kepala yang muncul karena sebab yang serius, segera diperiksakan ke dokter sehingga akan mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Selain itu, untuk menghindari kambuhnya sakit kepala di kemudian hari, berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan:

  1. Relaksasi dan manajemen stress.
  2. Istirahat dan tidur yang cukup dan teratur.
  3. Jauhkan dari panas atau dingin  apabila sakit sering terjadi karena perubahan suhu.
  4. Gunakan bantal yang berbeda atau mengubah posisi tidur.
  5. Terapkan postur tubuh yang baik ketika membaca, bekerja dan melakukan kegiatan lainnya.
  6. Gerak – gerakkan leher dan bahu lebih sering saat bekerja di depan komputer atau bekerja dengan posisi duduk yang konsisten
  7. Makan secara teratur dan tidak melewatkan 1 waktu makan
  8. Olahraga secara teratur. Olahraga aerobik dapat mengurangi ketegangan dan menjaga berat badan. Obesitas dapat memicu nyeri pada kepala.
  9. Mencari tau makanan atau minuman yang memicu sakit kepala dan menghindari pemicunya.
  10. Berhenti merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol.

 

Sumber :

1. http://www.mayoclinic.org/symptoms/headache/basics/when-to-see-doctor/sym-20050800

2. http://www.medicinenet.com/headache/page5.htm

3. http://patient.info/health/headache-leaflet