Kupas Tuntas Sembelit

ditinjau oleh dr. Siti Julaeka Praptadewi

Salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering kita alami adalah sembelit atau yang biasa juga kita sebut susah buang air besar. Seperti apa gejalanya? Bagaimana penanganan dan pencegahannya? Simak artikel berikut ya Sahabat Viva.


Sembelit dikenal juga dengan istilah konstipasi. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan gangguan atau masalah pada sistem pencernaan seseorang. Gangguan yang dimaksud yaitu suatu kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan saat melakukan Buang Air Besar (BAB), antara lain dikarenakan oleh feses yang keras.

Umumnya, seseorang dikatakan mengalami sembelit apabila frekuensi BAB selama satu minggu hanya berlangsung tiga kali atau kurang.  Menurut North American Society for Pediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition (NAPSGAN) 2006, menyebutkan konstipasi adalah kelambatan atau kesulitan dalam defekasi yang terjadi dalam 2 minggu atau lebih dan cukup membuat pasien menderita. Petunjuk praktis pada World Gastroenterology Organization (WGO) menjelaskan sebagian besar pasien menyebutkan konstipasi sebagai defekasi keras (52%), tinja seperti pil atau butir obat (44%), ketidakmampuan defekasi saat diinginkan (34%), atau defekasi yang jarang (33%).

Penyebab Sembelit atau Konstipasi

Sembelit memiliki beberapa faktor penyebab diantaranya adalah faktor gaya hidup seperti kurang konsumsi serat, kurang cairan, dan kebiasaan tidak langsung buang air besar saat adanya keinginan untuk buang air. Selain itu, ada studi yang melaporkan bahwa waktu transit kolon pada pasien konstipasi fungsional lebih lama dibandingkan kontrol. Gangguan waktu transit ini diduga diakibatkan adanya otonom yang tidak berfungsi. Sedangkan, konstipasi kronik dipengaruhi oleh beberapa hal lain yaitu waktu transit kolon, inersia kolon, obstruksi jalan keluar feses, dan disfungsi dasar panggul.

Jadi, faktor-faktor yang dapat menyebabkan sembelit adalah sebagai berikut:

Gejala sembelit atau Konstipasi

Adapun gejala yang ditimbulkan jika seseorang mengalami sembelit adalah sebagai berikut:

Beberapa tanda atau gejala sembelit bisa menjadi petunjuk adanya penyakit yang lebih serius, yaitu:

Bila terdapat gejala seperti diatas segera  bawa ke Rumah Sakit atau klinik terdekat.

PENANGANAN / TERAPI MANDIRI

Perubahan pola hidup biasanya dianjurkan sebagai tahap awal pengobatan sembelit. Jika diperlukan, bisa memberikan obat untuk membantu BAB, seperti zat laksatif. Namun perlu diperhatikan, pemakaian laksatif hanya apabila diperlukan dan sebaiknya tidak dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang. Untuk itu diperlukan pola makan tinggi serat, memperbanyak konsumsi cairan, dan melakukan pola hidup aktif dan rutin berolahraga.

 

Referensi:

Bardosono, S., Sunardi, D. 2011. Functional Constipation and its related factors among female workers. Maj kedokteran Indonesia, LXI(3): Pp. 126–129

Oktaviana, E.S., Setiarini, A. 2013. Hubungan Asupan Serat Dan Faktor-Faktor Lain Dengan Konstipasi Fungsional Pada Mahasiswi Reguler Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2013. Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Depok.

Mozaffarpur, S.A., Naseri, M., Esmaeilidooki, M., Kamalinejad, M., and Bijani, A. 2012. The Effect Of Cassia Fistula Emulsion On Pediatric Functional Constipation In Comparison With Mineral Oil: A Randomized, Clinical Trial. DARU Journal of Pharmaceutical S

Susilowati, D. 2010. Cara Tepat Atasi Sembelit.

Buku ajar ilmu penyakit dalam; Jilid 2 EDISI 6 / Aru W. Sudoyo, Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi, Marcellus Simadibrata K., Siti Setiati, editor