MEMILIH IBUPROFEN ATAU PARACETAMOL?

Ibuprofen dan Paracetamol, dua bahan aktif obat untuk meredakan demam yang paling populer. Keduanya diketahui ampuh dapat meredakan demam pada anak ata dewasa. Manakah sebenarnya yang lebih baik?


Demam dan sakit kepala adalah tanda paling umum muncul ketika ada gangguan pada tubuh. Walaupun kedua gejala tersebut tidak selalu menandakan terjadinya penyakit yang parah, tapi tetap mengakibatkan kecemasan terutama jika terjadi pada anak. Sehingga tetap perlu dilakukan upaya untuk meredakannya.
Obat untuk meredakan demam dan sakit kepala dijual secara bebas, diapotek atau pun di supermarket. Paracetamol dan Ibuprofen merupakan dua bahan aktif obat yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat. Sering kali saat memilih obat, terjadi kebingungan terkait mana yang lebih baik antara paracetamol dan ibuprofen. Mari kita bahas bersama.

Ibuprofen
Ibuprofen adalah golongan obat yang masuk dalam obat antiinflamasi nonsteroid atau biasa disingkat dengan NSAID. Ibuprofen bekerja dengan mencegah tubuh membuat senyawa yang menyebabkan peradangan. Sehingga dapat membantu mengurangi bengkak, rasa sakit atau demam.
Waktu Kerja Ibuprofen
Ibuprofen mulai memiliki efek sekitar 30-60 menit setelah dikonsumsi. Pada orang dewasa, ibuprofen memiliki kadar tertinggi dalam tubuh 2 jam setelah dikonsumsi untuk tablet, 62 menit untuk tablet kunyah dan 47 menit untuk ibuprofen bentuk sirup. Pada anak-anak, untuk mencapai kadar tertinggi dalam tubuh, ibuprofen membutuhkan waktu sekitar 86 menit setelah dikonsumsi untuk tablet kunyah dan 58 menit untuk bentuk sirup.

Paracetamol
Paracetamol adalah obat golongan analgesic atau pereda nyeri dan antipiretik atau pereda demam. Paracetamol bekerja pada hipotalamus agar terbentuk senyawa untuk meredakan demam. Paracetamol juga dapat meredakan nyeri dengan mencegah pembentukan impuls nyeri atau dengan menghambat pembentukan senyawa yang dapat menyebabkan timbulnya nyeri.
Waktu Kerja Paracetamol
Paracetamol membutuhkan waktu 1 jam setelah dikonsumsi untuk memberikan efek kerjanya. Dan memiliki kadar tertinggi setelah 6 jam dikonsumsi. Namun, seiring berkembangnya jaman terdapat beberapa produk tablet paracetamol yang bekerja secara cepat sehingga untuk mencapai kadar tertinggi  hanya membutuhkan waktu 10-60 menit.

Mana yang harus dipilih, Ibuprofen atau Paracetamol?
Pemilihan obat tidak hanya berdasarkan fungsi atau kecepatan obat memberikan hasil, namun juga kondisi seseorang yang mengkonsumsinya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih obat:

Berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker sebelum melakukan pemilihan obat, agar bisa mencapai efek terapi sesuai dengan yang dibutuhkan.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Fanpage dan Instagram VivaHealthIndonesia untuk melihat jadwal kegiatan Viva Apotek di kota Anda, info kesehatan dan promo menarik Viva Apotek.

Sumber:

  1. Mayo Clinic. (2017, 21 Juli). Fever. Diperoleh 28 Februari 2019 dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759
  2. Medscape. Acetaminophen. Diperoleh 28 Februari 2019 dari: https://reference.medscape.com/drug/tylenol-acetaminophen-343346#10
  3. Medscape. Ibuprofen. Diperoleh 28 Februari 2019 dari: https://reference.medscape.com/drug/advil-motrin-ibuprofen-343289#10
  4. NHS. (2016, 18 Maret). Which Pain Killer. Diperoleh 28 Februari 2019 dari: https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/which-painkiller-to-use/
  5. WebMD. Ibuprofen. Diperoleh 28 Februari 2019 dari: https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details
  6. WebMD. Paracetamol. Diperoleh 28 Februari 2019 dari: https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details