MAKANAN SEHAT UNTUK MENURUNKAN KOLESTEROL

Jangan makan itu, nanti kolesterolmu naik lho. Sering kali mendengar anjuran tentang makanan yang bisa mempengaruhi kadar kolesterol atau pun yang tidak. Makanan merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi profil kolesterol.


Hiperkolesterolemia merupakan kondisi dimana kadar kolesterol tinggi didalam darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu terjadinya penyakit jantung dan serangan jantung. Mengubah pola makan merupakan bagian penting dari usaha untuk menurunkan kolesterol.

Apakah makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol?
Kadar kolesterol dapat dengan mudah meningkat dengan konsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak jenuh. Kadar low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat juga dapat dengan mudah meningkat saat konsumsi kedua makanan tersebut. Contoh makanan yang mengandung lemak jenuh:

Pada informasi nilai gizi, kadar lemak jenuh dengan kandungan dibawah 0,5 gram boleh untuk tidak ditulis.

Apakah makanan yang aman bagi penderita hiperkolesterolemia?
Sayuran dan buah tidak mengandung kolesterol dan umumnya memiliki kandungan rendah lemak jenuh sehingga harus masuk dalam pola makanan untuk menurunkan kolesterol. Selain itu, jenis makanan yang diperlukan adalah yang mengandung tinggi serat dan lemak baik atau high density lipoprotein (HDL).
Serat
Asupan minimal yang dibutuhkan tubuh terhadap serat adalah 25 gram untuk dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Serat dapat membantu mengurangi kadar LDL dengan cepat mengeluarkan kolesterol dari saluran pencernaan. Makanan yang merupakan sumber serat adalah kacang polong, biji-bijian, buah-buahan, sayuran.

Polyunsaturated fat
Polyunsaturated fat
disebut dengan lemak sehat yang ditemukan pada makanan seperti ikan salmon, alpukat, biji, kacang-kacangan, dan minya nabati seperti minyak zaitun.

Monounsaturated fat
Monounsaturated fat
memiliki manfaat bagi kesehatan saat dikonsumsi dalam porsi sedang. Sumber makanannya adalah seperti minyak zaitun, kenari, alpukat, kacang.

Makanan terbaik bagi penderita kolesterol
Oatmeal
Oatmeal mengandung serat yang mudah larut sehingga dapat mengurangi kadar LDL. Serat jenis ini dapat mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Konsumsi oatmeal sebanyak satu setengah cangkir dapat memberikan asupan serat sebesar 6 gram. Tambahkan buah seperti pisang untuk mendapatkan serat tambahan sebesar 4 gram.

Ikan dan omega 3
Konsumsi ikan yang mengandung omega-3 dapat membantu menstabilkan tekanan darah dan menurunkan resiko terjadinya pembekuan darah. Omega-3 tidak dapat memperbaiki profil LDL namun dapat direkomendasikan konsumsi minimal dua porsi ikan dalam seminggu. Kadar omega-3 tertinggi ditemukan pada ikan tuna dan salmon. Omega-3 juga dapat dikonsumsi melalui suplemen namun perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk dosis yang dapat dikonsumsi.

Alpukat
Alpukat merupakan sumber nutrisi yang memiliki kandungan monounsaturated fat. Menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi alpukat setiap hari dapat membantu memperbaiki kadar LDL pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Asupan makan yang sehat akan membuat tubuh menjadi sehat kembali.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Fanpage VivaHealthIndonesia untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

Sumber:

  1. Healthline. (2017, 18 April). Hypercholesterolemia Diet Plan for Lower Cholesterol Levels. Diperoleh 20 Maret 2018 dari: https://www.healthline.com/health/high-cholesterol/hypercholesterolemia-diet
  2. Heart UK. Low Cholesterol Diets and High Cholesterol Foods. Diperoleh 20 Maret 2018 dari: https://heartuk.org.uk/cholesterol-and-diet/low-cholesterol-diets-and-foods
  3. Mayo Clinic. (2015. 12 Juni). Cholesterol: Top Foods to Improve Your Numbers. Diperoleh 20 Maret 2018 dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/cholesterol/art-20045192?pg=2