APAKAH PENYEBAB TERJADINYA TB RESISTAN OBAT?

Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak tepat kemungkinan merupakan pemicu terjadinya TB resistan obat.


Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyebar melalui udara dari orang yang terinfeksi ke orang yang sehat. Umumnya TBC menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi bagian tubuh yang lain seperti otak, ginjal, atau tulang belakang. Pada kebanyakan kasus, TB dapat diobati dan disembuhkan. Jika penanganan TBC tidak tepat dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Pada beberapa orang dapat mengalami resisten atau kebal terhadap obat yang digunakan untuk mengobati TBC. Penderita TBC yang resistan obat dapat menyebarkan penyakit melalui cara yang sama yaitu melalui udara.

Apakah penyebab TB resistan obat?
Terdapat 3 macam tipe dari kondisi TB yang resisten terhadap obat:

Penyebab terjadinya TB resistan obat dapat terjadi bila obat yang digunakan untuk mengobati TB tidak digunakan dengan tepat seperti:

TB resistan obat lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan:

Bagaimana cara mencegah terjadinya TB resistan obat?
Cara yang ampuh untuk mencegah terjadinya TB resistan obat adalah dengan mengkonsumsi semua obat TB seperti yang telah diresepkan. Berikut beberapa cara pencegahannya:

Tuntaskan dan patuhi pengobatan TB untuk mencegah TB resisten obat dan kehidupan yang lebih baik.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Fanpage VivaHealthIndonesia untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

Sumber:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. (2017, 09 November). Drug Resistant TB. Diperoleh 01 Maret 2018 dari: https://www.cdc.gov/tb/topic/drtb/default.htm
  2. TB Indonesia. TB MDR. Diperoleh 01 Maret 2018 dari: http://www.tbindonesia.or.id/tb-mdr/