CARI TAHU TENTANG MIOMA YUK

Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya mioma adalah seperti lama menstruasi pada usia dini, penggunaan kontrasepsi, obesitas, kekurangan vitamin D, mengkonsumsi daging merah lebih banyak dan mengurangi konsumsi sayuran, dan konsumsi alkohol.


Mioma umumnya muncul didalam rahim dengan ukuran, bentuk, dan lokasi yang bervariasi. Mioma rahim tidak meningkatkan resiko terjadinya kanker rahim dan tidak pernah berkembang menjadi kanker. Seseorang dapat memiliki mioma tunggal atau beberapa. Dalam kasus yang ekstrim, beberapa mioma dapat membesar hingga mencapai tulang rusuk.

Bagaimana gejala memiliki mioma?
Umumnya wanita yang memiliki mioma tidak mengalami gejala. Gejala yang kemungkinan dapat timbul meliputi:

Mioma terbagi menjadi dua jenis berdasarkan lokasinya:

Apakah penyebab timbulnya mioma?
Penyebab pasti timbulnya mioma belum dapat diketahui, namun kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

Apakah faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya mioma rahim?
Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya mioma rahim seperti wanita pada usia subur. Faktor lain yang berdampak pada berkembangnya mioma rahim:

Apakah terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi mioma rahim?
Terapi obat merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi mioma rahim. Obat-obatan dapat mengurangi terjadinya pendarahan dan nyeri. Pengobatan tidak dapat mencegah pertumbuhan mioma. Tindakan bedah dibutuhkan untuk mengambil mioma yang sedang tumbuh. Berikut beberapa terapi pengobatan yang dapat membantu mengatasi mioma:

Sumber:

  1. Mayo Clinic. (2017, 17 Agustus). Uterine Fibroids. Diperoleh 21 Desember 2017 dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/diagnosis-treatment/drc-20354294
  2. The American Congress of Obstetricians and Gynecologists. (2011, May). Diperoleh 21 Desember 2017 dari: https://www.acog.org/Patients/FAQs/Uterine-Fibroids