KENALI DERMATITIS SEBOROIK

Dermatitis seboroik disebabkan oleh jamur yang dikenal dengan nama malassezia yang terdapat pada minyak yang dikeluarkan oleh kulit.


Dermatitis seboroik merupakan suatu kondisi kulit yang pada umumnya mempengaruhi kulit kepala. Kondisi ini menyebabkan bercak bersisik, kulit memerah, dan menyebabkan ketombe. Dermatitis seboroik dapat mempengaruhi bagian tubuh yang berminyak seperti wajah, dada bagian atas, dan punggung. Dermatitis seboroik merupakan penyakit yang tidak menular.
Dermatitis seboroik paling sering terjadi pada orang dewasa, walaupun dapat terjadi pada semua usia. Penyebab terjadinya dermatitis seboroik belum diketahui, namun terjadi karena terinfeksi jamur.

Tanda dan gejala Dermatitis Seboroik
Bagian tubuh yang dapat terkena dermatitis seboroik adalah bagian yang memiliki kelenjar minyak, seperti :

Gejala yang timbul pada kulit karena dermatitis seboroik adalah :

Terdapat 3 kondisi yang dapat menunjukkan tingkat keparahan :

Dermatititis seboroik pada anak
Anak-anak dan bayi umumnya sering mengalami dermatitis seboroik. Gejala dermatitis seboroik berbentuk seperti lapisan berminyak pada kulit kepala. Lapisan tersebut bisa menebal dan membentuk seperti kerak. Kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
Bayi juga dapat mengalami dermatitis seboroik pada daerah selangkang dan dibagian yang lain. Pada daerah selangkang sering kali disalahartikan sebagai ruam popok. Beberapa bayi mendapatkan dermatitis seboroik yang menutupi sebagian besar tubuh dengan bercak merah dan bersisik

Penyebab Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboroik dapat terjadi karena :

Faktor resiko Dermatitis Seboroik
Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya dermatitis seboroik :

Penanganan Dermatitis Seboroik
Pada umumnya terapi pengobatan yang digunakan adalah :

Terapi pengobatan membutuhkan waktu 2-4 minggu untuk membersihkan ketombe atau menyembuhkan ruam sepenuhnya. Namun tetap menggunakan pengobatan selama beberapa hari setelah ketombe atau ruam telah sembuh. Menghindari penggunaan sabun atau mencukur krim pada wajah karena dapat menambah iritasi kulit. Penggunaan sabun yang tidak mengandung minyak dapat digunakan dan dapat menghindari penggunaan kosmetik yang mengandung alkohol.
Terapi lain yang dapat digunakan adalah :

Bagaimana cara mencegah munculnya kembali dermatitis seboroik?

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

Sumber :

  1. American Academy of Dermatology. Seborrheic Dermatitis. Diperoleh 16 November 2017 dari: https://www.aad.org/public/diseases/scaly-skin/seborrheic-dermatitis
  2. Mayo Clinic. (2017, 11 Juli). Seborrheic Dermatitis. Diperoleh 16 November 2017 dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seborrheic-dermatitis/diagnosis-treatment/drc-20352714
  3. Patient. (2016, 31 Agustus). Seborrhoeic Dermatitis. Diperoleh 16 November 2017 dari: https://patient.info/health/seborrhoeic-dermatitis-leaflet