KONSUMSI OBAT BATUK DENGAN AMAN

Obat batuk dapat dikonsumsi tidak lebih dari 2-3 minggu. Jika pada periode 2-3 minggu batuk tidak juga mereda dengan obat-obat batuk maka sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan yang tepat.


Batuk adalah cara tubuh menanggapi iritasi pada saluran udara di paru-paru. Saluran udara di paru-paru dapat mengalami iritasi karena beberapa hal seperti infeksi, gas, alergen, debu atau asap. Batuk merupakan gejala utama dari ISPA, namun batuk juga dapat menjadi gejala dari kondisi lain seperti asma atau penyakit paru-paru lainnya.
Obat batuk umumnya dapat dibeli secara bebas di apotek, toko obat, bahkan supermarket. Obat batuk yang dijual bebas dipasaran umumnya dibagi menjadi batuk kering dan batuk berdahak. Obat batuk antitusif atau batuk kering adalah obat batuk yang bertujuan untuk menekan batuk kering. Obat batuk ekspektoran atau batuk berdahak adalah obat batuk yang bertujuan untuk meringankan batuk berlendir.
Terdapat beberapa macam jenis obat batuk yang dijual di pasaran. Obat-obat batuk tersebut memiliki satu atau beberapa kandungan seperti di bawah ini :

  1. Antitusif             : dextromethorphan.
  2. Ekspektoran      : guaifenesin.
  3. Antihistamin      : brompheniramine, chlorphenamine, dipenhydramine, promethazine, atau
  4. Dekongestan    : phenylephrine, psuedoephedrine, ephedrine, atau oxymetazoline.

Batuk juga dapat diredakan dengan menggunakan gliserin, madu dan lemon. Obat batuk juga dapat berisi obat-obatan lain sepeerti parasetamon atau ibuprofen. Beberapa mengandung alkohol.

Bagaimana Obat Batuk Bekerja?
Obat batuk bekerja sesuai dengan fungsi bahan aktifnya masing-masing :

  1. Antitusif : bekerja untuk meredakan batuk.
  2. Ekspektoran : bekerja dengan meningkatkan jumlah dahak (lendir) yang dibuat oleh paru-paru sehingga lendir lebih mudah keluar bersama dengan batuk.
  3. Antihistamin : menurunkan produksi histamin. Hal ini akan mengurangi kebuntuan dan mengurangi jumlah sekresi yang diproduksi oleh paru-paru.
  4. Dekongestan : pembuluh darah di paru-paru dan hidung dipersempit sehingga dapat menurunkan kebuntuan.

Sebaiknya berkonsultasilah dengan Apoteker untuk menentukan obat batuk yang tepat. Apoteker dapat menyarankan obat batuk sesuai dengan keluhan yang Anda rasakan. Berkonsultasilah pula dengan dokter atau apoteker jika sedang mengkonsumsi obat lain secara rutin

Berapa lama obat batuk dapat dikonsumsi?
Obat batuk dapat dikonsumsi tidak lebih dari 2-3 minggu. Jika pada periode 2-3 minggu batuk tidak juga mereda dengan obat-obat batuk maka sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan yang tepat.

Bagaimana mengkonsumsi obat batuk secara aman?

Beberapa obat bebas mengandung beberapa bahan aktif seperti ekspektoran dan antitusif yang dikombinasi juga dengan dekongestan, antihistamin, atau obat demam. Pilih produk sesuai dengan gejala yang dikeluhkan. Jika gejala yang terjadi hanya batuk, maka tidak memerlukan obat batuk yang dikombinasi dengan dekongestan atau pereda demam. Berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan obat yang tepat.

Sumber :

  1. Patient. (2015, 05 Maret). Cough Medicines. Diperoleh 03 Oktober 2017 dari: http://patient.info/health/cough-medicines
  2. WebMD. (2017, 19 Juni). OTC Medicines for Cough: What You Need to Know. Diperoleh 03 Oktober 2017 dari: http://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/cough-syrup-cough-medicine