BAGAIMANA CARA MENJAGA KESEHATAN KUKU

Kebiasaan menggigit kuku dan kulit disekita kuku adalah tindakan yang dapat meningkatkan resiko bakteri atau jamur masuk kedalam kuku dan menyebabkan infeksi.


Coba lihat kondisi kuku Anda. Apakah kuku terlihat kuat dan sehat? Apakah anda melihat terdapat seperti pegunungan, penyok, atau area dengan warna atau bentuk tidak biasa? Banyak kondisi kuku yang kurang diinginkan dapat dicegah dengan perawatan kuku yang dilakukan.

Kuku jari terdiri dari lapisan protein yang disebut dengan keratin. Kuku bertumbuh dari bagian bawah kutikula. Kuku yang sehat memiliki permukaan yang halus, tanpa lubang dan alur. Kuku juga memiliki warna dan konsistensi yang seragam dan bebas dari noda atau perubahan warna. Kuku akan memiliki permukan gunung vertikal dimana bertambah seiring dengan usia.

Kondisi kuku yang membutuhkan perawatan dari dokter spesialis kulit adalah :

Bagaimana cara menjaga kesehatan kuku?
Untuk menjaga kesehatan kuku dapat dilakukan langkah-langkah sederhana, seperti :

Apakah penyebab kerusakan kuku?
Perlakuan yang salah pada kuku perlu diketahui untuk dapat mencegah terjadinya kerusakan. Berikut beberapa tindakan yang dapat merusak kuku :

Apakah yang perlu diperhatikan ketika ingin melakukan perawatan manicure dan pedicure?
Umumnya wanita senang melakukan perawatan bagi kuku pada tangan dan kaki. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari penularan infeksi bakteri atau jamur dari orang lain, seperti :

Apakah bahan  toksik yang terkandung dalam cat kuku?
Memilih cat kuku bukan hanya tentang warna, hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahan yang dikandung dalam cat kuku. Bahan cat kuku yang toksik adalah toluene,butyl acetate, ethyl acetate, dibutyl phthalate. Periksalah cat kuku Anda dan lihatlah apakah didalam cat kuku terdapat bahan-bahan toksik tersebut. Salah satu efek dari penggunaan cat kuku berbahan toksik adalah cacat lahir dan peningkatan resiko masalah pada janin jika ibunya terlalu sering terpapar.

Memiliki kuku yang indah adalah dambaan setiap wanita, namun tidak perlu mempertaruhkan kesehatan kuku demi keindahannya.

Sumber :

  1. Mayo Clinic. (2014, 06 Desember). Fingernails: Do’s and Don’ts for Healthy Nails. Diperoleh 21 April 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954?pg=1
  2. Medline Plus. (2016, 2 Oktober). Nail Polish Poisoninng. Diperoleh 21 April 2017 dari : https://medlineplus.gov/ency/article/002722.htm