AMANKAH PENGGUNAAN STYROFOAM PADA MAKANAN?

Kandungan berbahaya pada styrofoam adalah styrene dan polystyrene. Namun menurut FDA dua kandungan berbahay tersebut hanya mempengaruhi makanan dalam jumlah kecil. Pengaruhnya tidak dapat menyebabkan kerusaka organ tubuh atau penyakit tertentu.


Penggunaan styrofoam sebagai wadah untuk makanan seperti sebuah kebiasaan pada masa sekarang. Praktis dan efisien merupakan alasan penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan. Sering tersebar berita tentang bahay penggunaan styrofoam  melalui media sosial sehingga menyebabkan beberapa orang merasa takut menggunakan styrofoam karena meyakini dapat mempengaruhi kesehatan. Namun, beberapa orang yang lain merasa tidak masalah  menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan. Lalu sebenarnya, amankah penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan?

Apakah kandungan berbahaya pada styrofoam?
Styrofoam  mengandung bahan kimia yang diduga dapat menyebabkan kanker, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan pada memori, dan gangguan sistem saraf. Bahan kimia yang pada styrofoam yang diduga dapat menyebabkan gangguan kesehatan adalah styrene dan polystyrene.
Polystyrene merupakan jenis plastik yang digunakan sebagai wadah untuk makanan seperti cangkir minuman dan piring makanan. Polystyrene dibentuk dari proses polimerisasi dengan styrene. Styrene dapat ditemukan secara alami pada strawberry, kayu manis, kopi, dan daging.

Amankah penggunaan styrofoam pada kemasan makanan dan minuman?
Polystyrene dan styrene pada styrofoam  dapat mempengaruhi makanan dan minuman dalam jumlah yang kecil. Food and Drugs Administration (FDA) telah mengatur kandungan pada kemasan makanan agar yang mempengaruhi makanan atau minuman dalam tingkat yang aman. FDA telah menetapkan bahwa penggunaan styrene aman digunakan pada kemasan makanan. Styrene dapat digunakan pada kemasan makanan seperti makanan yang dipanggang, produk susu yang beku, permen, gelatin, pudding, dan makanan yang lain.

Keuntungan penggunaan styrofoam
Penggunaan styrofoam dinilai tidak ramah lingkungan karena susah untuk dilakukan daur ulang.Penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan sekali pakai memiliki beberapa keuntungan, seperti :

Penggunaan styrofoam tidak cukup kuat untuk menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Belum ada bukti yang cukup kuat penggunaan styrofoam dapat menyebabkan kanker dan kondisi kesehatan yang lain.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

 

Sumber :

  1. American Chemistry Council. 2013. Food and Drug Administration : Safety of Polystyrene Foodservice Packaging. Diperoleh 10 April 2017 dari : https://plasticfoodservicefacts.com/main/Safety/Safety-of-PS-Foodservice-Products
  2. American Chemistry Council. Sanitation and Hygiene. Diperoleh 10 April 2017 dari : https://plasticfoodservicefacts.com/main/Safety/Sanitation-and-Hygiene.html