CARA MENJAGA BUAH DAN SAYUR TETAP SEHAT

Membersihkan buah dan sayuran dengan air sebaiknya hanya ketika akan dikonsumsi karena dapat mempercepat proses pembusukan.


Buah dan sayur memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Buah dan sayuran diketahui dapat membantu menurunkan resiko berbagai kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Namun buah dan sayuran dapat menjadi sumber penyakit karena terkontaminasi oleh bakteri seperti salmonella. Penyimpanan yang salah dapat menyebabkan perubahan rasa, tekstur, dan penampilannya. Lalu bagaimana cara mencucinya? Apakah boleh menggunakan sabun? Apakah penyimpanan buah dan sayur harus masuk ke kulkas?

Tips membeli buah dan sayuran yang bagus
Menjaga sayuran dan buah agar tetap aman dikonsumsi dimulai dari ketika awal membeli. Berikut beberapa tips dalam memiliki buah dan sayuran yang bagus:

Cara membersihkan buah dan sayuran
Buah dan sayuran dapat terkontaminasi bakteri berbahaya atau kontaminan lain disepanjang jalan. Hal ini terutama terjadi pada makanan yang organik dan bebas pestisida. Untuk menghindari kontaminasi yang berbahaya maka diperlukan mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi. Buah dan sayuran dapat dicuci dengan menggunakan air dan tidak perlu untuk menggunakan sikat. Mengkonsumsi buah dan sayuran yang memiliki lapisan lilin dapat digosok dengan menggunakan kain setelah dicuci.

Namun penting untuk diingat, sebaiknya mencuci buah atau sayuran hanya perlu dilakukan ketika akan dikonsumsi. Buah atau sayuran yang telah dicuci dengan air akan lebih mudah mengalami pembusukan. Sehingga sebaiknya tidak mencuci buah atau sayuran jika akan disimpan beberapa waktu. Jika ingin mencuci sebelum melakukan penyimpanan maka sebaiknya mengeringkan buah atau sayuran terlebih dahulu.

Cara penyimpanan buah dan sayuran
Buah dan sayuran perlu disimpan dengan cara yang berbeda. Terdapat beberapa jenis penyimpanan untuk buah dan sayuran di dalam kulkas:

Sayuran umumnya paling baik disimpan pada rak paling bawah pada kulkas. Direkomendasikan untuk menyimpan sayuran pad tempat yang memiliki tingkat kelembapan rendah.

Untuk menjaga agar sayuran dan buah tetap aman dikonsumsi maka untuk buah atau sayuran yang telah dipotong dapat dimasukkan kedalam wadah atau plastik yang tertutup untuk menjaga kesegaran dan membatasi kontak dengan udara. Direkomendasikan untuk selalu menyimpan buah dan sayuran terpisah dengan daging dan produk susu yang mentah. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan kontaminasi bakteri.

Hampir semua buah dan sayuran dapat disimpan dalam freezer. Pembekuan dapat mengubah tekstur dari buah dan sayuran tetapi umumnya dapat mempertahankan manfaat, rasa, nutrisi dan keamanan. Menyimpan sayuran dan buah sebaiknya kedalam wadah yang tertutup. Sayuran yang ingin dimakan dengan kondisi mentah atau sebagai lalapan hendaknya tidak disimpan dalam freezer.

Terdapat beberapa buah dan sayuran yang lebih baik tidak disimpan pada kulkas dan freezer, namun tetap pada tempat yang kering dan sejuk. Buah dan sayuran yang tidak perlu disimpan dalam kulkas seperti tomat, pisang, kentang, lemon.

Secara umum, buah tidak perlu disimpan dalam kulkas, namun pendinginan dapat memperlambat proses pematangan buah. Pendinginan juga dapat membantu buah agar tetap segar lebih lama. Buah yang telah dicuci dan dipotong harus selalu dismpan pada kulkas atau freezer.

Tips perlakuan pada buah dan sayuran sebelum penyimpanan

Mengetahui dan menerapkan cara penyimpanan buah dan sayuran yang benar dapat membantu menjaga nutrisi dan kelayakan buah dan sayuran.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

Sumber :

  1. Food and Drug Administration. (2015, November). Raw Produce: Selecting and Serving It Safely. Diperoleh 11 April 2017 dari: https://www.fda.gov/downloads/Food/FoodborneIllnessContaminants/UCM174142.pdf
  2. Food Safety. Tips for Fresh Produce Safety : Safe Handling of Raw Produce and Fresh. Diperoleh 07 April 2017 dari : https://www.foodsafety.gov/keep/types/fruits/tipsfreshprodsafety.html
  3. Healthline. (2016, 15 Juni). Fruit and Vegetanle Safety. Diperoleh 07 April 2017 dari : http://www.healthline.com/health/food-safety-fruits-vegetables#dry-storage5