BENARKAH BERAS MERAH LEBIH BAIK DARI BERAS PUTIH?

Nasi putih memiliki indeks glikemik lebih tinggi dari nasi merah sehingga mengkonsumsi nasi merah dapat mencegah terjadinya resiko terkena diabetes mellitus.


Kita sering mendengar bahwa beras merah memiliki manfaat lebih banyak daripada beras putih. Salah satu keunggulan beras merah dipercaya dapat membantu mengontrol kadar gula dan menurunkan resiko mengalami diabetes mellitus tipe 2. Beras merah memiliki struktur lebih kasar dari nasi putih serta memiliki kandungan asam lemak tak jenuh, protein, mineral, vitamin, dan pati.

Apa perbedaan beras merah dan beras putih?
Perbedaan dari beras merah dan beras putih bukan hanya dari warnanya. Beras putih berasal dari beras merah yang telah diolah untuk menghilangkan dedaknya dan lapisan luarnya. Proses tersebut dapat menghilangkan banyak nutrisi. Setelah proses tersebut beras akan diproses lagi untuk menghilangkan lapisan yang penuh dengan lemak tak jenuhnya. Lapisan lemak tak jenuh ini mudah mengalami oksidasi sehingga untuk memperpanjang umur simpan produk perlu dihilangkan. Beras putih yang menjadi hasilnya merupakan sebuah pati yang telah kehilangan nutrisi aslinya.

Mengapa beras merah dapat menurunkan resiko diabetes mellitus?
Mengkonsumsi nasi putih lebih dari lima porsi dalam sehari dapat meningkatkan resiko diabetes mellitus tipe 2 sebesar 17% bila dibandingkan  dengan orang yang mengkonsumsi kurang dari satu porsi per bulan. Hal ini disebabkan karena nasi putih memiliki indeks glikemik lebih tinggi dari pada nasi merah. Indeks glikemik merupakan pengukur seberapa cepat makanan meningkatkan kadar glukosa darah.

Apakah kandungan dari beras merah dan manfaatnya?
Dalam 195 gram beras merah yang sudah dimasak menjadi nasi merah mengandung :

NUTRISI

JUMLAH

Kalori

216 kal

Mangan

1.76 mg

Selenium

19.11 mcg

Fosfor

161.85 mg

Magnesium

83.85 mg

Zat besi

0.19 mg

Vitamin B3

2.98 mg

Protein

5.03 g

Karbohidrat

44.77 g

Lemak total

1.75 g

Serat

3.51 g

Omega 3

0.03 g

Omega 6

0.60 g

 

Mangan
Mangan dapat membantu menghasilkan energi dari protein dan karbohidrat dan membantu pada sintesa asam lemak. Hal ini berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem saraf dan proses pembentukan kolesterol dalam tubuh. Dalam kadar normal kolesterol diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi hormon seks. Mangan juga dapat berfungsi antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.

Serat dan Selenium
Beras merah memiliki kandungan tinggi serat yang dapat membantu untuk mengontrol berat badan. Beras merah juga mengandung selenium yang berfungsi dalam proses metabolisme hormon tiroid, antioksidan, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Karena memiliki fungsi sebagai antioksidan maka beras merah dapat membantu mencegah terjadinya kanker usus, penyakit jantung, mengurangi gejala asma dan peradangan rheumatoid arthritis.

Lapisan minyak
Lapisan minyak pada beras merah dapat membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat sehingga juga dapat berperan dalam membantu mencegah terjadinya gangguan pada jantung.
Beras merah memiliki fungsi memperlambat terjadinya penumpukan plak pada wanita yang telah mengalami menopause yang memiliki kolesterol tinggi. Hal ini dapat membantu mengurangi resiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit jantung.

Nutrisi yang terkandung dan rendahnya indeks glikemik pada nasi merah dapat menunjukkan bahwa nasi merah lebih bagus daripada nasi putih.

 

Sumber :

  1. The World’s Healthiest Foods. Brown Rice. Diperoleh 05 April 2017 dari : http://www.whfoods.com/genpage.php?tname=foodspice&dbid=128
  2. WebMD. (2010, 14 Juni). Brown Rice vs White Rice : Which Is Better?. Diperoleh 05 April 2017 dari : http://www.webmd.com/diabetes/news/20100614/brown-rice-vs-white-rice-which-is-better#2