TUMIT RETAK APA PENYEBABNYA?

Salah satu penyebab tumit retak adalah kondisi lingkungan atau cuaca yang panas dan memiliki tingkat kelembapan rendah. Mengoleskan pelembab kaki ketika cuaca panas dapat membantu mencegah tumit menjadi retak atau pecah.


Kaki pecah atau tumit retak umumnya bukan merupakan penyakit yang serius, tetapi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan gangguan pada penampilan. Pada kebanyakan kasus, tumit retak disebabkan oleh faktor lingkungan seperti cuaca panas atau dingin, kelembapan udara yang rendah, dan berendam dalam waktu yang lama dalam air panas.

Penyebab tumit retak
Tumit retak dapat dialami oleh semua orang, tetapi terdapat beberapa orang yang lebih rentan mengalami tumit retak. Berikut beberapa kondisi yang meningkatkan resiko seseorang lebih rentan mengalami tumit retak :

Kondisi awal pembentukan tumit retak adalah terjadinya kulit yang kering mengalami penebalan. Peningkatan tekanan pada lapisan lemak dibawah tumit menyebabkan pembelahan atau keretakan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan retak antara lain kelebihan berat badan, berdiri dalam waktu yang lama terutama pada lantai yang keras, dan menggunakan sepatu atau sandal yang terbuka.

Tanda dan gejala tumit retak
Tanda-tanda pertama akan terjadinya tumit retak adalah :

Penebalan tersebut dinamakan kalus yang umumnya terjadi perubahan warna menjadi berwarna kuning atau coklat gelap. Jika tidak diberikan terapi pengobatan yang tepat dan tumit mengalami tekanan terus menerus maka retakan akan menjadi lebih dalam. Retakan pada tumit yang menjadi dalam dapat menyebabkan nyeri ketika berjalan dan berdiri.

Pada kasus yang parah dapat menyebabkan infeksi sehingga perlu dilakukan tindakan medis untuk mengatasi infeksi. Tumit yang pecah merupakan kondisi serius pada penderita diabetes terutama yag mengalami komplikasi kerusakan saraf (mati rasa) terutama pada kaki.

Penanganan tumit retak
Tujuan penanganan tumit retak terutama untuk pencegahan terjadinya pelebaran keretakan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengoleskan tumit dengan krim pelembab secara teratur untuk menjaga kulit agar tetap atau menjadi lentur dan lembab. Pelembab khusus untuk tumit sebaiknya mengandung bahan seperti urea, asam salisilat, alpha-hydroxy acids, saccharide isomerate.

Mandi dengan menggunakan air hangat dan membatasi waktu mandi. Mengeringkan bagian yang retak dengan menggunakan handuk yang lembut. Lalu mengoleskan pelembab pada tumit.

Memeriksa kondisi kaki setiap hari dan memberikan pelembab pada tumit yang pecah. Menggosok lembut pada tumit yang retak dengan menggunakan batu apung sebelum mengoleskan pelembab. Celah-celah pada tumit yang retak dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit yang berbentuk cairan, gel, atau semprot. Jika tidak ada hasil membaik pada tumit yang retak maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Menjaga kulit untuk tetap lembab dan mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi merupakan kunci untuk kesehatan kulit.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

 

Sumber :

  1. DermNet New Zealand. Cracked Heels. Diperoleh 27 Maret 2017 dari : http://www.dermnetnz.org/topics/cracked-heels/
  2. Mayo Clinic. (2016, 27 Oktober). Dry Skin. Diperoleh 27 Maret 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-skin/manage/ptc-20248911