INFEKSI CACING KREMI

Mengkonsumsi obat cacing minimal 6 bulan sekali dapat membantu mencegah terjadinya infeksi cacing kremi.


Anak : “Ma, pantatku gatel banget ini..”
Ibu : “Sini, mama lihat pantatnya, palingan kamu kremi-an”

Infeksi cacing kremi disebabkan oleh Enterobius vermicularis dapat dialami oleh semua orang terutama pada anak-anak. Obat bebas yang dapat dibeli diapotek dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi cacing kremi. Cacing kremi menginfeksi usus dan bertelur di sekitar anus.

Cacing Kremi
Cacing kremi memiliki ciri-ciri berukuran kecil, tipis, berwarna putih, berbentuk seperti benang dengan panjang antara 2mm dan panjang 13mm. Cacing kremi dapat hidup di usus selama sekitar 5-6 minggu dan kemudia akan mati. Sebelum mati, pada malam hari cacing betina akan bertelur di bagian anus. Telur cacing kremi memiliki ukuran yang sangat kecil namun dapat menyebabkan gatal disekitar anus dan dapat menghasilkan lendir.

Terkadang ketika sedang tidur seseorang tidak sadar menggaruk bagian disekitar anus untuk meringankan gatal. Hal ini dapat menyebabkan telur pada cacing berpindah ke jari dan terletak dibawah kuku. Telur pada jari dapat dengan mudah berpindah ke mulut dan tertelan.

Telur cacing kremi dapat bertahan hidup hingga dua minggu jika berada diluar tubuh. Telur dapat jatuh dari kulit disekitar anus dan menempel pada kasur, pakaian, dll. Telur cacing kremi dapat mengkontaminasi udara, barang-barang dan makanan. Telur yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menetas dan berkembang menjadi cacing dewasa.

Pada perempuan, cacing kremi dapat berjalan dari anus ke vagina atau uretra (saluran kemih). Hal tersebut dapat menyebabkan keputihan, mengompol, atau masalah pada buang air kecil.

Tanda dan gejala Infeksi Cacing Kremi
Tanda dan gejala terjadinya infeksi cacing kremi adalah :

Faktor resiko Infeksi Cacing Kremi
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan resiko terjadinya infeksi cacing kremi :

Bagaimana cara mengetahui anak terinfeksi cacing kremi?
Jika cacing kremi tidak terlihat pada tinja atau feses, tetapi menduga terjadi infeksi cacing kremi. Anda dapat melihat langsung dipantat anak Anda. Jika anak memiliki cacing kremi maka akan terlihat cacing pada anus anak Anda.

Bagaimana jika Ibu hamil atau menyusui terinfeksi cacing kremi?
Ibu hamil dan menyusui tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan untuk membunuh cacing. Cacing kremi dapat mati dengan sendirinya setelah enam minggu. Untuk mencegah menelan telur cacing kremi maka perlu dilakukan upaya untuk menjaga kebersihan diri. Jika dengan menjaga kebersihan diri tidak dapat mengatasi terjadinya infeksi cacing kremi, maka diperlukan konsultasi dengan dokter untuk pemberian obat cacing.

Penanganan infeksi cacing kremi
Pemberian obat cacing diberikan pada seluruh anggota keluarga, termasuk orang dewasa. Hal ini dikarenakan infeksi cacing kremi tidak menimbulkan gejala tertentu. Jika salah satu anggota keluarga terinfeksi cacing kremi maka anggota keluarga yang lain memiliki resiko untuk terinfeksi cacing kremi. Terapi yang dapat diberikan adalah :

Pencegahan terjadinya infeksi cacing kremi
Terinfeksi  cacing kremi mudah terjadi atau berulang sehingga diperlukan tindakan pencegahan yang meliputi :

Membersihkan daerah anus setiap pagi dapat membantu mengurangi jumlah telur cacing kremi dan mencegah terjadinya kontaminasi diudara dan barang-barang sekitar.

 Mari menjaga kebersihan untuk keluarga sehat bebas cacingan.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

Sumber :

  1. Center for Disease Control and Prevention. (2013, 10 Januari). Parasites-Enterobiasis. Diperoleh 10 Februari 2017 dari : https://www.cdc.gov/parasites/pinworm/
  2. Mayo Clinic. (2015, 08 April). Pinworm Infection. Diperoleh 10 Februari 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinworm/basics/prevention/con-20027072
  3. Patient. (2014, 11 November). Threadworms. Diperoleh 10 Februari 2017 dari : http://patient.info/health/threadworms-leaflet