INFEKSI CACING

Mengkonsumsi daging babi, sapi, dan ikan mentah atau setengah matang dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi cacing pita. Hewan yang terinfeksi cacing pita dapat menularkan cacing pita pada manusia karena telur dan larva cacing pita hidup pada daging dan jaringan ototnya.


Cacingan atau terinfeksi cacing merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi. Cacing dapat menginfeksi manusia melalui berbagai cara seperti tanah, udara, makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh telur atau larva cacing. Pada umumnya cacing yang menginfeksi manusia adalah seperti cacing gelang, cacing kremi, dan cacing pita.

  1. Cacing Kremi
    Infeksi cacing kremi disebabkan oleh Enterobius vermicularis dapat dialami oleh semua orang terutama pada anak-anak. Cacing kremi memiliki ciri-ciri berukuran kecil, tipis, berwarna putih, berbentuk seperti benang dengan panjang antara 2mm dan panjang 13mm. Cacing kremi dapat hidup di usus selama sekitar 5-6 minggu dan kemudian akan mati. Sebelum mati, pada malam hari cacing betina akan bertelur di bagian anus. Telur cacing kremi memiliki ukuran yang sangat kecil namun dapat menyebabkan gatal disekitar anus dan dapat menghasilkan lendir.
    Terkadang ketika sedang tidur seseorang tidak sadar menggaruk bagian disekitar anus untuk meringankan gatal. Hal ini dapat menyebabkan telur cacing berpindah ke jari dan terletak dibawah kuku. Telur-telur ini akan dengan mudah berpindah ke mulut dan tertelan.
    Telur cacing kremi dapat bertahan hidup hingga dua minggu jika berada diluar tubuh. Telur dapat jatuh dari kulit disekitar anus dan menempel pada kasur, pakaian, dll. Telur cacing kremi dapat mengkontaminasi udara, barang-barang dan makanan. Telur yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menetas dan berkembang menjadi cacing dewasa.
    Pada perempuan, cacing kremi dapat berjalan dari anus ke vagina atau uretra (saluran kemih). Hal tersebut dapat menyebabkan keputihan, mengompol, atau masalah pada buang air kecil.

    Tanda dan gejala terjadinya infeksi cacing kremi adalah :
    - Mengalami gatal pada bagian anal atau vaginal
    - Mengalami gangguan tidur, mudah marah dan gelisah
    - Mengalami nyeri perut dan mual
     
  2. Cacing Pita
    Infeksi cacing pita dapat terjadi karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh telur atau larva cacing pita yang terdapat pada kotoran orang atau hewan yang mengandung cacing pita. Telur cacing pita akan berkembang menjadi larva lalu dapat berpindah-pindah tempat ke organ lain seperti paru-paru, sistem saraf pusat, atau hati.
    Selain melalui kotoran manusia atau hewan, cacing pita juga dapat menginfeksi melalui larva yang berada pada daging atau jaringan otot hewan. Mengkonsumsi daging hewan mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi cacing pita maka dapat meningkatkan resiko terinfeksi larva pada daging. Larva cacing pita yang berkembang dalam tubuh manusia dapat tumbuh menjadi cacing pita dewasa yang bisa memiliki ukuran lebih dari 15,2 meter dan hidup selama 30 tahun. Cacing pita dapat menempel dinding usus sehingga dapat menyebabkan iritasi atau peradangan ringan.
    Pada umumnya orang yang terinfeksi cacing pita tidak mengalami gejala. Namun beberapa orang mengalami gejala ketika cacing pita mengiritasi organ pencernaan dan organ lain.

    Tanda dan gejala infeksi cacing pita pada organ pencernaan :
    - Mual
    - Lemah
    - Kehilangan nafsu makan
    - Nyeri perut
    - Diare
    - Kehilangan berat badan
    - Tubuh sulit menyerap nutrisi dari makanan

    Tanda dan gejala infeksi cacing pita pada organ lain adalah :
    Berbeda dengan infeksi cacing pita pada saluran cerna,
    - Demam
    - Terdapat benjolan pada organ tubuh yang menjadi tempat hidup cacing pita.
    - Terjadi reaksi alergi pada larva
    - Terjadi infeksi bakteri
    - Mengalami tanda-tanda gangguan pada saraf seperti kejang
     
  3. Cacing Gelang
    Infeksi cacing gelang atau ascariasis merupakan salah satu infeksi cacing yang paling umum di seluruh dunia. Cacing gelang adalah parasit yang menggunakan tubuh manusia sebagai inang dari larva atau telur cacing dewasa. Cacing gelang tidak menular dari satu orang ke orang lain. Terinfeksi cacing gelang dapat terjadi ketika seseorang mengalami kontak langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi kotoran manusia yang mengandung telur cacing gelang. Anak-anak yang sering bermain dengan tanah dan tidak mencuci tangan sebelum makan memiliki resiko tinggi terinfeksi cacing gelang. Buah atau sayur yang tidak dicuci terlebih dahulu sebelum dimakan juga dapat menyebabkan seseorang terinfeksi cacing gelang.
    Infeksi cacing gelang pada paru-paru memiliki tanda dan gejala seperti penyakit asma atau pneumonia yang meliputi:
    - Batuk secara terus menerus
    - Sesak nafas
    - Nafas menimbulkan suara ‘ngik’

    Tanda dan gejala infeksi cacing gelang pada pencernaan :
    - Nyeri perut ringan hingga berat
    - Mual dan muntah
    - Diare atau tinja berdarah
    - Mudah lelah
    - Muntah
    - Kehilangan berat badan atau mengalami kekurangan gizi
    - Terdapat cacing pada muntah dan kotoran.

Penanganan Infeksi Cacing
Pada umumnya infeksi cacing tidak memerlukan terapi khusus karena dapat teratasi dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus membutuhkan penanganan khusus seperti :

Pencegahan Infeksi Cacing

Mari menjaga kebersihan dan mengkonsumsi obat cacing minimal setiap 6 bulan sekali untuk keluarga sehat bebas cacingan.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami.
Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesia, Fanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

 

Sumber :

  1. Center for Disease Control and Prevention. (2013, 10 Januari). Parasites-Enterobiasis. Diperoleh 10 Februari 2017 dari : https://www.cdc.gov/parasites/pinworm/
  2. Mayo Clinic. (2014, 02 Desember). Tapeworm Infection. Diperoleh 10 Februari 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tapeworm/basics/definition/con-20025898
  3. Mayo Clinic. (2015, 08 April). Pinworm Infection. Diperoleh 10 Februari 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinworm/basics/prevention/con-20027072
  4. Mayo Clinic. (2015, 23 April). Ascariasis. Diperoleh 10 Februari 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ascariasis/basics/prevention/con-20027084
  5. Patient. (2014, 11 November). Threadworms. Diperoleh 10 Februari 2017 dari : http://patient.info/health/threadworms-leaflet